Upacara sadran Kyai Wirajamba dilaksanakan setiap tanggal 20 Ruwah. Prosesi sadranan berupa doa bersama (dzikiran) di kompleks makam Kyai Wirajamba diikuti oleh warga masyarakat Gancahan, ingkungan dan tumpengan. Salah satu acara inti adalah pergantian langse (kelambu) Kyai Wirajamba. Warga masyarakat mendukung dengan berdonasi berupa uang dan palawija (uluwetu) seperti beras, kelapa, gula jawa.

      

Selama pelaksanaan Sadran Kyai Wirajamba biasanya mengundang abdi dalem Keraton Yogyakarta yaitu Mbah Imam Mulyono, Bapak Sampurno, Bapak Magi dan Bapak Marjana. Keempat orang ini diberi kewenangan untuk mengelola dan mengadakan sadran Kyai Wirajamba. Hidangan khusus pada acara puncak Sadran Kyai Wirajamba adalah ketan, kolak, apem, nasi gurih ingkung. Setelah selesai diikuti dengan kembul bujana.

Lembaga yang dibentuk untuk mengelola dan merawat makam Kyai Wirajamba adalah Paguyuban Pengelola Makam Suruh (PPMS). Organisasi ini berdiri sejak 2003 dengan Ketua Suwarno (saat itu menjabat Kepala Urusan Kemakmuran), sekarang diketuai Eko Sri Widodo. Beranggotakan 50 orang dari seluruh Kalurahan Sidomulyo.