Sidomulyo (SID) – Senin, 22 Januari 2024 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman memberikan pembinaan terkait Kampung Hijau. Kampung Hijau adalah sebuah program dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman yang mengajak masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat dan bersih. Program ini juga dilombakan dengan setingkat Kabupaten dengan satu peserta padukuhan yang mewakili Kapanewon. Bertempat di Rumah Dukuh Sembuh Kidul, Sidomulyo, Godean pembinaan untuk Evaluasi Kampung Hijau dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB. Padukuhan Sembuh Kidul ditunjuk dari Kapanewon Godean untuk maju menjadi peserta Evaluasi Kampung Hijau Kabupaten Sleman mewakili dari Kapanewon Godean.
Evaluasi Kampung Hijau ini merupakan sarana untuk guyub rukun warga masyarakat untuk saling bahu membahu terkait kebersihan lingkungan dan kesehatan keluarga. Arfian Wicaksono selaku Ulu-ulu Kalurahan Sidomulyo mendukung kegiatan tersebut. “Jangan mengejar juaranya, tetapi cari guyubnya antar warga bisa silaturahmi berkegiatan bersama.” Ujar Arfian Wicaksono.
Disambutan yang lain, Dani Subiyanto selaku Kepala Jawatan Kemakmuran Kapanewon Godean merasa sangat tepat menunjuk padukuhan Sembuh Kidul untuk maju mengikuti Evaluasi Kampung Hijau tahun 2024 ini. Karena di Padukuhan Sembuh Kidul ini sudah beberapa kegiatan warganya mendukung untuk mencapai indikator penilaian Kampung Hijau.
Di sesi pemaparan materi pembinaan dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman diwakili oleh Eni Yuliani dan Mustika Dewi. Materi pertama tentang sosialisasi Kampung Hijau 2024. Disesi pertama ini Eni Yuliani memaparkan tentang upaya mewujudkan lingkungan bersih dan sehat melalui program Kampung Hijau. Evaluasi Kampung Hijau ini dilaksanakan ditingkat Padukuhan. Potensi yang perlu ditampilkan pada Evaluasi Kampung Hijau adalah Potensi Wilayah dan Potensi SDM. Upaya yang dapat dilakukan untuk memunculkan potensi-potensi untung penilaian Kampung Hijau ini antara lain pengolahan sampah, pemanfaatan lahan (ruang publik), partisipasi warga, sanitasi dan konservasi sumber daya air. Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sleman juga memberikan dukungan berwujud bibit tanaman konservasi, tanaman buah, dan beberapa sarana pendukung.
Materi kedua disampaikan oleh Mustika Dewi dengan materi tentang indikator penilaian Kampung Hijau. Indikator penilaian sejumlah 5 poin yang antara lain persampahan, partisipasi warga, pemanfaatan pekarangan, sanitasi dan konservasi sumber daya air.